Breaking News

Pelantikan Pengurus Baru, Rakerpim dan Tarpim serta Dialog Temu Alumni FAI Universitas Muhammadiyah Makassar

SULSEL.KOMINFO.CO.ID, Makassar - Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Pikom IMM) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar (FAI) menggelar Pelantikan, Tarpim dan Rakerpim serta Dialog Temu Alumni, Kamis (22/06/2023).

Dalam Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Pimpinan Cabang Agus, dan didampingi oleh Dekan IV FAI Unismuh Kakanda Yakub, di Gedung BPSDM SulSel, Jl. Sultan Alauddin, Gn. Sari, Kec. Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90221

Kegiatan yang bertema ‘’dinamisasi gerakan, profetik IMM FAI MADANI, itu juga dirangkaikan dengan Dialog Temu Alumni bertema ‘’konsolidasi kader, menjawab dinamika kebangsaan’’.
Turut hadir pada kegiatan ini, Alumni IMM FAI, serta hadir pula pemateri dialog Darnawati ketua NA Sulsel, Mayor Inf. Dr. Khaedir Makkasau, S.Ag,. M.Ag. dan DR H. Usman Lonta, M,Pd anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan itu dalam menyampaikan materinya Membahas tentang bangsa "kader IMM kader Muhammadiyah mengambil alih fungsi dan tanggung jawab kebangsaan, kita sebagai kader IMM harus berani memimpin bangsa dan negara. Karena ditangan anak Muhammadiyah lah yg akan menjadi pemimpin bangsa, berani memimpin Muhammadiyah IMM maka harus berani memimpin bangsa dan negara". ungkapnya 

Sementara Ketum IMM FAI Terpilih 2023-2024, Abdurrahman mengatakan, ada tiga proposal visi dan misi untuk satu periode Madani "Pertama intelektualitas, yaitu kemahasiswaan. Kader IMM fakultas agama Islam harus mempunyai ciri khas tersendiri dari fakultas lain, kultur membaca buku di mana pun berada, kaum intelektual bisa disebut juga dengan kaum terpelajar dan kaum yang mampu membuka cakrawala intelektual dan kultur ilmiah. Kaum intelektual adalah agent of change sekaligus moral force, dengan ilmu-ilmu pengetahuan yang dimiliki dan ilmu tersebut dapat direalisasikan ke masyarakat dan lingkungan dalam pemecahan suatu masalah". jelasnya 

"Kedua religiusitas, yaitu Agamawan, membaca Al Qur'an adalah keharusan untuk umat Islam apa lagi kader IMM FAI, yg harus menjiwai Al Qur'an lahir maupun batin". lanjutnya. 

Rahman menambahkan "ketiga humanitas, dalam hal kemanusiaan, kader IMM seyogyanya dapat memanusiakan manusia yang dalam bahasa Arab biasa dikenal dengan fi ahsani taqwim. Proses manusiawi merupakan transformasi kesadaran manusia yang sesungguhnya.
Humanitas". tegasnya 
Selanjutnya diakhir sambutannya Rahman menegaskan "jenjang pengkaderan dan tidak boleh dihalangi atau di main-main oleh kader IMM, karena simbol gerakan IMM ada dalam ruh pengkaderan dan kepemimpinan, maka saya berharap besar untuk kader IMM FAI untuk kemudian melanjutkan proses pengkaderan dan kepemimpinan untuk menjadi bukti pengabdian kita terhadap IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH". tegasnya.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan salah satu organisasi otonom dalam Persyarikatan Muhammadiyah yang bergerak dalam bidang keagamaan, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan. Didirikan pada tahun 1964 atau bertepatan pada tahun 1384 Hijriah, ortom yang satu ini dapat dengan mudah ditemukan dalam setiap Perguruan Tinggi Muhammadiyah Makassar. (SAL)

Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close